Selasa, 11 Maret 2014 - 08:22:05 WIB
Group Ebeg Satria Krida Budaya Desa Karanganyar, Raih Juara Pertama Festival Ebeg
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pariwisata, Budaya, Hiburan dan Olahraga - Dibaca: 73849 kali

HUMAS CILACAP. Group Ebeg Satria Krida Budaya desa Karanganyar Kecamatan Adipala, berhasil meraih juara pertama pada Festival Ebeg tingkat Kabupaten Cilacap, yang digelar di pantai Congot Jetis Nusawungu, Sabtu (8/03). 
Festival ebeg dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, yang diwakili Sekretaris Dinas, Marsono, SE, MM. 
Juara kedua dan ketiga masing-masing diraih, group ebeg Turonggo Nitis desa Maos Kidul, dan Group ebeg Wahyu Marga Laras desa Banjarwaru Nusawungu. Sedang juara harapan I, II dan III, masing-masing diraih group ebeg Krida Lestari desa Karangputat Binangun, group ebeg Wahyu Turonggo Jati desa Adireja Wetan Adipala dan group ebeg Perintas Jaya desa Jetis Nusawungu. 
Menurut Kabid Pembinaan dan Pengembangan Budaya, Disparbud Kabupaten Cilacap, Dwi Goro Waluyo, festival ebeg yang diikuti 20 peserta, diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke 158 Kabupaten Cilacap. 
Gelaran Festival ebeg dimaksudkan untuk ikut melestarikan seni pertunjukan rakyat, dan meningkatkan kreatifitas seniman dan seniwati, agar seni ebeg bisa terus berkembang di tengah-tengah era globalisasi dewasa ini. 
Kepala Disparbud Kabupaten Cilacap yang diwakili Sekretaris Dinas Marsono, SE, MM dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Indonesia memiliki banyak peninggalan budaya dari nenek moyang. Namun seiring dengan pengaruh era globalisasi peninggalan tersebut jumlahnya kian lama kian menurun. 
Bahkan ditengah masyarakat modern dewasa ini, lanjut Marsono, berbagai budaya peninggalan nenek moyang Indonesia, justru banyak dikenal oleh masyarakat luar negeri.
Oleh karena itu, Marsono menyampaikan, Pemkab Cilacap terus berupaya untuk memfasilitasi agar berbagai kesenian yang ada ditanah air diantaranya kesenian ebeg dapat tumbuh dan berkembang. 
Perkembangan kesenian tersebut, menurut Marsono, juga sangat bergantung dari kiprah dari para seniman dan seniwati untuk bisa mengemas berbagai kesenian peninggalan nenek moyang, agar bisa mengikuti perkembangan jaman yang ada. (hromly)
(Sumber : http://humascilacap.info/v3/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=5523 diakses Selasa 11 Maret 2014 8.02 WIB)



0 Komentar :