Minggu, 09 Februari 2014 - 21:03:44 WIB
Cilacap Terus Dongkrak PAD
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ekonomi dan Bisnis - Dibaca: 771997 kali

CILACAP. Pemkab Cilacap akan terus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) melalui beberapa perusahaan daerah (perusda) yang dimiliki. Meliputi Perusda BPR/BKK, PDAM Tirta Wijaya, Perusda Grafika Indah, Perusda Apotek Cahaya Husada, dan Perusda Kawasan Industri Cilacap (KIC).

Upaya tersebut dilakukan dengan cara menambah penyertaan modal ke setiap perusda. Tujuannya untuk lebih menyehatkan dan sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan.

‘’Untuk mengukur bagaimana kinerja sebuah perusda, rujukan utamanya yaitu profit yang diperoleh. Jika yang diperoleh besar berarti kinerja perusda itu baik,’’ kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Cilacap, Umar Said SE MM, Selasa kemarin (17/12/2014).

Menurut dia, realisasi kinerja Perusda BPR/BKK pada 2012 lalu yang disetorkan ke rekening daerah sebagai PAD 2013 sebesar Rp 2,077 miliar. Pada 2014 ini BPR/BKK diharapkan mampu memberi konstribusi sebesar Rp 3,4 miliar sebagai realisasi kinerja 2013.

Konstribusi terhadap PAD yang diberikan Perusda BPR/BKK merupakan yang terbesar, disusul PDAM Tirta Wijaya. Realisasi kinerja PDAM yang disetorkan sebagai PAD 2013 sebesar Rp 1,712 miliar.

Belum Berarti

Adapun konstribusi Perusda Apotek Cahaya Husada sebesar Rp 74,096 juta dan Perusda Grafika Indah sebesar Rp 76,509 juta. Untuk Perusda KIC belum memberikan konstribusi berarti bagi PAD.

‘’Konstribusi KIC sangat kecil. Hal itu dikarenakan jangka waktu sewa lahan dan gudang di KIC relatif panjang, tapi harga sewanya sangat murah. Ada yang masa sewanya sampai 30 tahun, tapi tarif  sewa yang dibayar ke KIC tetap. Sekarang aset KIC mencapai Rp 520,123 miliar,’’ kata Umar Said.

Untuk meningkatkan kinerja perusda yang ada, Pemkab pada 2014 akan melakukan penyertaan modal lagi. Penyertaan modal untuk Perusda Apotek Cahaya Husada akan ditambah Rp 500 juta guna membiayai pembangunan klinik kesehatan. Penyertaan modal untuk Perusda Grafika Indah sebesar Rp 300 juta untuk membeli mesin pencetak baner.

Selain ke perusda, lanjut Umar, untuk mendongkrak PAD Pemkab Cilacap juga menambah modal yang ada di Bank Jateng. Saat ini modal milik Pemkab Cilacap di Bank Jateng sebesar Rp 21 miliar. Keuntungan dari penyertaan modal di Bank Jateng mencapai Rp 4,612 miliar. Untuk itu, direncanakan pada 2014 mendatang akan ditambah Rp 5 miliar, sehingga modalnya menjadi Rp 26 miliar.

Di KIW Semarang, Pemkab Cilacap mempunyai modal Rp 2 miliar atau 8 %. Adapun sisanya dimiliki Kementerian BUMN dan Pemprov Jateng. Keuntungan yang diterima Pemkab Cilacap dari KIW Rp 132,618 juta. Se­benarnya, Pemkab ingin me­nam­bah modalnya tapi tidak diperbolehkan, karena hanya diberi porsi 2% saja. (ag-17,15)

(Sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2013/12/18/246647)




3 Komentar :